Jumat, 18 Desember 2009

Taruna Melati III PW IPM Riau Mulai Rumuskan Solusi Krisis Kader

Gerakan Muhammadiyah (IPM Khususnya) saat ini mengalami kemunduran yg slama ini dokenal permasalahan yg menyebabkan hal itu adalah krisis kader. Namun setelah ditelaah secara detail ternyata ada lagi yg menyebabkan krisis kader tsb bisa terjadi.
Secara Konsep Muhammadiyah dan IPM sebenarnya bagus, dan sudah terformat strategi gerakan untuk mencapai Tujuan, yakni "Terciptanya Pelajar Muslim berakhlak Mulia, berilmu dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi Ajaran Agama Islam sehingga terwujudnya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya"
Tapi apa yg terjadi, pergerakan tidak dijalankan sesuai konsep yg ada, namun sesuai hati nurani dan logika yg belum tentu itu sesuai dengan aturan yg ada tentunya berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Kader2 lebih dibina Keorganisasiannya saja, namun keilmuan yg harusnya menjadi bekal kader untuk bergagasan dalam organisasi tidak terlalu dioptimalkan, kader dilepaskan untuk menggali ilmu secara personal, sementara minat baca dan semangat untuk menggali ilmu sedalam2nya ditubuh kader masih butuh pembinaan yg mantap sehingga IPM yg kadernya akan meneruskan perjuangan Muhammadiyah betul2 mampu menunjukkan pergerakan sesuai tujuan yg ingin dicapai.
PW IPM Riau kini mulai merumuskan solusi dengan diawali di TM 3 IPM Riau, yg konsepnya diarahkan pada pembekalan Ilmu pada diri kader dengan harapan tertanamnya Karakter pada diri Kader sehingga pergerakan tidak lagi berdasarkan mud, tapi berdasarkan aturan2 yg ada. dengan demikian diharapkan jauh kedepan IPM dan Muhammadiyah bisa menjalankan gerakan Dakwahnya sampai ke masyarakat luas.

Alur pelatihan TM 3 IPM Riau :
file:///D:/dya_y/TM%203%20IPM%20Riau/ALUR%20PELATIHAN%20KADER%20MADYA%20TARUNA%20MELATI%20III.docx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar